Sunday, September 13, 2015



Bagaimana rupanya taman tergantung Babylon? Seseorang pernah melukiskannya melalui sebuah puisi: "Seseorang bisa minum pati buah di taman ini, hanya dengan menghirup aroma pokoknya saja."
Ketika angin berhembus, daun-daun palem berguguran dibawa angin mengambang ke kolam-kolam lili air, dan ke kota Babylon di bawahnya. Seluruh wilayah kota terbesar pertama di masa kuno ini (penduduknya diperkirakan 200.000 orang) terlihat sangat jelas dari puncak taman.
Meskipun berada di dataran tinggi, namun seluruh tanaman disirami air setiap hari. Sistem pengairan taman ini sangat menakjubkan. Tidak salah kiranya jika Philon, filsuf Yunaniyang gemar mengembara mencatatnya sebagai satu dari tujuh keajaiban kuno dunia. Taman ini sangat memikat hati.
Sejarah Pembu atan Taman Gantung 
Babylon yang merupakan ibukota dari Babylon, pemerintah kuno Mesopotamia, yaitu sebuah kota yang terletak di dekat sungai Efrat, yang sekarang dikenal sebagai Iraqselatan.
Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran pemerintah Assyrian. Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi (1792-1750 BC), menjadikannya ibukota kerajaan Babylon.
Kebudayaan bangsa Babilonia dibangun dengan sangat baik dan catatan cuneiform yang berhasil ditemukan menunjukkan, agama, sejarah, dan ilmu pengetahuan pada masa itu sangat berkembang.
Obat-obatan, kimia, alchemy, botany, matematika, dan astronomi juga dipraktekkan. Agama dan tulisan kuno yang berbentuk cuneiform ini berasal dari kebudayaan Sumer yang lebih tua. Mereka juga mengembangkan bentuk abstrak dari tulisan berdasarkan symbol cuneiform (berbentuk baji). Tulisan ini ditulis di tanah liat yang basah dan dibakar dibawah terik matahari."Dongeng tentang penciptaan" bangsa babylon ditulis dalam tujuh lembaran tanah liat dan ditampilkan serta dibacakan pada festival tahun baru di Babylon. Lembaran-lembaran ini mengisahkan tentang kesuksesan Tuhan Kota Babylon, Marduk, dan bagaimana Marduk bisa menjadi Tuhan tertinggi, Raja semua Tuhan yang ada di surga dan bumi.  Tower of Babel Bangsa Babilonia memiliki sistem angka yang lebih maju dari yang kita miliki sekarang, dengan sistem posisi dengan dasarnya 60. Mereka juga membuat tabel untuk membantu dalam proses perhitungan. Mereka membagi hari sama seperti yang sekarang kita lakukan, 24 jam dengan 60 menit, untuk setiap jam dan setiap 60 menit.
Adat kebiasaan bangsa Babilonia ini ikut mempengaruhi bangsa Assyria dan turut memberikan kontribusi terhadap sejarah Timur Tengah dan Eropa Barat dikemudian hari.
Babylon mengalami kemerosotan dan jatuh kedalam anarki sekitar 1180 BC, tetapi kemudian bangun tumbuh kembali sebagai bagian negara dari kerajaan Assyria setelah abad ke 9 BC.
Babylon akhirnya dihancurkan pada 689 SM, oleh bangsa Asyur dibawah kepemimpinanSennaCherib, tetapi kembali dibangun lagi.   Nabopolassar mendirikan apa yang sekarang dikenal sebagai Chaldean atau pemerintah baru Babylon pada 625 BC, dan akhirnya mencapai masa keemasannya dibawah pemerintahan anaknya Nebuchadnezzar (604-562 BC).
Keberhasilan serta kemegahan Babel menjadi terkenal dan legendaris sejak naik tahtanya Nebuchadnezzar, yang dipercaya sebagai pembangun Taman Gantung Babilonia.  Presentasi Rasa Cinta Seperti juga Taj Mahal di India, yang dibangun oleh Shah Jahan untuk permaisuri terkasihnya Mumtaz Mahal, taman bergantung Babylon ini pun merupakan sebuah persembahan cinta.
Taman ini dibangun Nebukadnezar II yang memerintah dari tahun 605-562 SM, dikhas bagi Amytis, permaisuri tercintanya yang berasal dari kerajaan Media. Pemerintah Media berbasis di pegunungan Persia (Iran).
Kemauan Amytis besar diantara hijaunya pegunungan, serta sejuknya tiupan angin. Kondisi kerajaannya berbeda dengan Babylon. Babylon merupakan wilayah datar, kering, dan panas. Ini membuat Amytis selalu terkenang akan hijaunya hutan Media. Ia rindu kembali ke kampung halamannya.
Untuk mengobati kerinduan istrinya Raja Nebukadnezar memerintahkan, untuk membangun sebuah taman rindang di dataran tinggi. Taman itu dibangun di timur sungai Eufrat (Euphrates), sekitar 50 km selatan Baghdad, Irak.
Menurut sejarawan Yunani Diodorus Siculus, lebar taman ini 400 kaki, panjangnya 400 kaki dan tingginya sekitar 80 kaki. Taman ini berdiri di atas 'alas' yang terbuat dari batu bata yang ditutup aspal dan keramik (tanah liat dibakar). Berfungsi untuk mencegah masuknya resapan air ke tanah yang kemungkinan besar akan meroboh stabilitas taman.
Sejarawan lainnya, Herodotus mengungkapkan, bahwa taman ini terletak di dalam dinding istana yang berlapis emas yang panjangnya mencapai 56 mil. Jalan taman ini sangat lebar hingga memungkinkan mobil yang ditarik empat ekor kuda untuk mundur.
Disini juga berdiri kuil-kuil pemujaan yang berisi patung dewa dari emas. Taman ini dibuat bertingkat, lebih tinggi dari bangunan lain di kota Babylon, menimbulkan ilusi 'tergantung di udara'. Kesan ini makin jelas bila taman dilihat dari balik rumah-rumah penduduk. Semua tanaman akan terlihat menggantung di atas atap perumahan. Inilah sebabnya kenapa taman itu dinamakan taman gantung.
Disebutkan juga, bahwa taman itu dibangun oleh Nebuchadnezzar untuk menghibur istrinya yang sangat suka berada didaerah yang dikelilingi oleh pegunungan. Semenjak itulah taman tergantung, satu dari tujuh keajaiban dunia yang ada

0 comments:

Post a Comment